Latar Belakang

Pusat Studi Asean Universitas Islam Makassar (UIM) dibentuk tanggal 16 Desember 2019 di Yogyakarta. Ditandai dengan penanda tanganan nota kesepahaman kerjsama Rektor UIM DR Ir Hj Majdah M Zain MS dengan Dirjen Kerja sama ASEAN Kementerian Luar Negeri di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta.

Sejalan dengan Visi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam melaksanakan diplomasi untuk rakyat, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN senantiasa berupaya agar semangat ASEAN yang berorientasi dan berpusat pada rakyat dapat terwujud.

Hal ini mendorong Kemlu menjangkau sebanyak mungkin pemangku kepentingan di Indonesia, termasuk Perguruan Tinggi, dalam memahami kerja sama ASEAN dan manfaatnya bagi Rakyat Indonesia.

Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa pendidikan tinggi berfungsi, antara lain, untuk mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing; serta mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora.

Memperhatikan amanat ini, kemitraan antara Kemlu dengan perguruan tinggi untuk mendorong pemahaman dan partisipasi publik dalam Masyarakat ASEAN menjadi sangat relevan.

Pembentukan Pusat Studi ASEAN sebagai lembaga yang melakukan riset, konsultasi, dan publikasi, untuk mempromosikan kerja sama ASEAN kepada para pemangku kepentingan secara luas.